Site news

Date added: 21-01-2019 Begini Cara Menghitung Biaya Listrik dan Trik Hemat

Listrik rumah menyedot dana bulanan yang cukup besar harus kamu perhitungkan dengan matang. Diperkirakan bahwa kita menghabiskan biaya listrik setiap bulannya? Tentu bisa. Ikuti cara menghitung biaya listrik di bawah ini!

 

Listrik menjadi salah satu kebutuhan penting yang tidak bisa tergantikan. Hampir seluruh kegiatan kita bergantung pada energi listrik, mulai dari kegiatan di kantor hingga di rumah. Ketergantungan akan listrik terkadang membuat kita lupa dan terlena kalau ada biaya yang harus dibayar ketika kita menggunakan energi listrik. Tak jarang biaya listrik di rumah membengkak karena kita kurang aware akan tingginya biaya listrik sehingga menggunakan listrik di rumah secara boros.

Hampir setiap tahunnya PLN (Perusahaan Listrik Negara) selalu menaikkan tarif dasar listrik. Terakhir kali PLN menaikkan tarif listrik 2018 pada bulan Mei. Dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik ini, kamu harus lebih memperhatikan pos pengeluaran biaya listrik agar nantinya pengeluaran bulanan jadi besar pasar daripada tiang.

Salah satu cara agar biaya listrik bisa terkontrol adalah dengan menghitung biaya listrik per bulan. Pasalnya dengan cara menghitung biaya listrik, kamu bisa memperkirakan berapa dana yang harus dipersiapkan. Jika biaya listrik melebihi budget bulanan, maka kamu bisa meminimalisasi penggunaan listrik di rumah. Dengan begitu, pengeluaran bulanan untuk biaya listrik bisa tercukupi.

Lakukan empat langkah ini dalam menghitung biaya listrik

Mengecek Biaya Listrik (kompasiana.com)

Sebagian besar dari kita pasti tidak pernah melakukan perhitungan biaya listrik karena merasa kalau hal tersebut merepotkan. Ditambah lagi, kita tidak mengetahui cara menghitung biaya listrik. Sebenarnya, cara menghitung biaya listrik perbulan tidaklah sulit dilakukan kalau kamu tahu langkahnya. Ada empat langkah mudah yang bisa kamu ikuti saat akan menghitung tarif listrik, yaitu:

1. Ketahui golongan daya listrik

Langkah yang pertama adalah mengetahui terlebih dahulu golongan daya listrik yang ada di rumahmu. Golongan daya listrik ini akan menentukan golongan tarif listrik. Golongan daya listrik ini ada banyak jenisnya, seperti 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas. Jika kamu tidak yakin, kamu bisa bertanya kepada pihak PLN dengan menelpon ke call centernya.

Untuk tarif dasar listrik terbagi menjadi dua golongan, yaitu untuk golongan 900 VA dikenakan tarif sebesar Rp 1.352 per kWh dan untuk golongan 1.300 VA sampai 5.600 VA tarif yang dikenakan Rp 1.467 per kWh.

2. Cek perabotan rumah yang menggunakan listrik

Barang Elektronik di Rumah (danaxtra.com)

Setelah mengetahui golongan daya listriknya, kamu harus membuat daftar list perabotan rumah apa saja yang menggunakan listrik dan berapa daya yang dimiliki oleh perabot listrik tersebut. Misalkan saja di rumahmu terdapat 7 peralatan elektronik dengan rincian sebagai berikut:

  • 10 lampu dengan daya 30 watt
  • 2 unit AC 1 PK dengan daya 750 watt
  • 1 unit LED TV 43 inchi dengan daya 100 watt
  • 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt
  • 1 unit kulkas dengan daya 300 watt
  • 1 setrika listrik dengan daya 200 watt
  • 1 magic com dengan daya 300 watt

3. Buat Estimasi konsumsi tarif listrik

Langkah selanjutnya adalah membuat estimasi konsumsi listrik karena tidak semua peralatan elektronik yang menyala hingga 24 jam penuh. Estimasi konsumsi tarif listrik 2018 akan menentukan berapa total daya yang digunakan oleh masing-masing perabotan per harinya. Mari kita lakukan estimasi konsumsi tarif listrik dengan menggunakan 7 peralatan elektronik seperti di atas. Berikut perhitungan estimasi konsumsi tarif listrik per harinya:

  • 10 lampu dengan daya 30 watt yang menyala selama 12 jam per hari. Maka estimasi perhitungannya adalah 10 lampu x 30 watt x 12 jam =  3.600 watt.
  • 2 unit AC dengan daya 750 watt yang menyala selama 8 jam per hari. Maka perhitungannya menjadi 2 x 750 watt x 8 jam = 1.200 watt.
  • 1 unit LED TV dengan daya 100 watt yang digunakan selama 5 jam per hari. Perhitungan estimasi penggunananya adalah 100 watt x 5 jam = 500 watt.
  • 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt yang hanya digunakan 1 jam saja per hari sehingga estimasi konsumsi listriknya hanya 1 x 350 watt x 1 jam = 350 watt.
  • 1 unit kulkas dengan daya 300 watt tentu saja menyala selama 24 jam sehingga perhitungannya menjadi 1 x 300 watt x 24 jam = 7.200 watt.
  • 1 setrika listrik dengan daya 200 watt hanya digunakan selama 1 jam saja per harinya sehingga estimasinya menjadi 1 x 200 watt x 1 jam = 200 watt.
  • 1 magic com dengan daya 150 watt yang menyala selama 24 jam per hari dengan perhitungan 1 x 150 watt x 24 jam = 3.600 watt.

4. Cara menghitung biaya listrik per bulan

Cara Menghitung Biaya Listrik (www.lgfcu.org)

Langkah terakhir adalah menjumlahkan semua total konsumsi daya listrik per harinya terlebih dahulu sebelum kamu bisa mendapatkan biaya listrik per bulan. Sesuai dengan contoh di atas, ada 7 perabotan elektronik yang digunakan di rumahmu dengan total penggunaan per harinya adalah:

3.600 watt (lampu) + 1.200 watt (AC) + 500 watt (LED TV) + 350 watt (mesin cuci) + 7.200 watt (kulkas) + 200 watt (setrika listrik) + 3.600 watt (magic com) = 16.650 watt per hari.

Perlu kamu ketahui kalau cara menghitung listrik ini menggunakan tarif listrik satuan kWh atau kilowatt per jam. Untuk mendapatkan satuan kWh, maka kamu harus menghitungnya menjadi 16.650 watt : 1.000 = 16,65 kWh penggunaan listrik di rumahmu setiap harinya.

Jika golongan daya listrik di rumahmu adalah 3.300 VA dengan tarif dasar listrik sebesar Rp 1.467 per kWh, maka kamu tinggal mengalikannya.

Biaya listrik per hari -> 16,65 kWh x Rp 1.467 = Rp 24.425,55

Biaya listrik per bulan -> Rp 24.425,55 x 30 hari = Rp 732.767

Jumlah yang tertera di atas adalah perhitungan rata-rata, bisa saja biaya listrik kamu naik atau turun tergantung dari penggunaan barang-barang elektronik yang ada di rumahmu.

 Trik untuk menghemat biaya listrik yang mudah diterapkan

Menghemat Biaya Listrik (www.infotechnology.com)

Biaya listrik memang menyedot banyak dana pengeluaran. Tapi kamu bisa menghematnya dengan menggunakan trik-trik yang ada di bawah ini:

  • Atur pemakaian elektronik

Dengan adanya cara menghitung biaya listrik di atas tadi, kamu sekarang jadi tahu kalau ternyata pemakaian perabot rumah tangga yang menggunakan listrik dengan watt besar akan menyedot biaya listrik yang cukup banyak. Jadi sebaiknya, jika perabotan elektronikmu memiliki watt yang besar, maka atur dengan baik pemakaiannya secara bijak seperti mengurangi penggunaan AC, menghemat penggunaan lampu, dan lain sebagainya.

  •  Cabut kabel dari saklar jika tidak digunakan

Cara Menghemat Biaya Listrik (kabar-energi.com)

Kita seringkali membiarkan kabel peralatan elektronik tertancap pada saklar ketika tidak digunakan. Padahal, kabel-kabel yang masih tertancap pada saklar ini akan terus mengalirkan aliran listrik meskipun kamu tidak menggunakan atau menyalakan peralatan elektronik tersebut. Aliran listrik yang terbuang sia-sia ini bisa menambah biaya listrikmu. Jadi, mulai sekarang cabut semua kabel dari saklar jika tidak sedang digunakan.

  • Isi pulsa listrik sebulan sekali

Penggunaan listrik dengan sistem pulsa atau token listrik memang sangat praktis, tapi kita seringkali kebobolan karena tahu-tahu sisa pulsa listrik sudah habis dan kamu harus mengisi ulang berkali-kali. Setelah kamu mengetahui kisaran pengeluaran listrik bulanan dengan cara menghitung biaya listrik perbulan di atas, kamu bisa tahu berapa total biaya yang dibutuhkan.

Sebaiknya kamu mengisi ulang pulsa listrik sekali pakai agar bisa mengendalikan penggunaan. Jika mengisinya berkali-kali, dikeluarkanmu bisa jadi tidak terkontrol karena lupa kapan terakhir kali kamu punya isi ulang pulsa listrik.

Loading...