Site news

Date added: 21-02-2019 Lampu Hemat Energi Solusi Sementara Terangi Daerah Terpencil

Jakarta, CNN Indonesia - Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) hanya menyediakan solusi penyediaan listrik  pendek untuk wilayah transisi. Untuk itu, diperlukan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik yang masuk jaringan  (on grid)  dengan menggunakan sumber  energi  yang tersedia di daerah. Hal itu disampaikan Anggota DEN Syamsir Abduh saat disampaikan bantuan LTSHE kepada warga Desa Siuna, Kecamatan Pagimanan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (21/12). "Wilayah kita sangat luas, jika perlu jaringan lama perlu salah satu solusinya menggunakan LTSHE. Ini adalah solusi sementara," ujar Syamsir. 






LTSHE merupakan program dari Kementerian ESDM sebagai solusi penerangan dan energi listrik yang difokuskan bagi pedesaan yang terisolir, tertinggal dan sulit dijangkau oleh PT PLN. 

 


Satu paket LTSHE terdiri dari empat buah lampu LED dan satu  charger  USB. Paket ini dibagikan kepada warga untuk kemudian dipasang di masing-masing rumah warga. 

Program ini merupakan hasil perwujudan dari Nawa Cita pemerintahan Joko Widodo, khusus butir yang berisi 'pembangunan Indonesia dari distrik dengan distrik dan desa dalam penguatan persatuan'.

Syamsir mempercayai listrik di satu daerah dapat mendongkrak keuangan masyarakatnya. Untuk itu, Syamsir meminta masyarakat mengizinkan dan merawat LTSHE yang diterima pemerintah atau PLN merampungkan pembangunan pembangkit listrik yang dapat memasok listrik dengan pembangunan dan akses.

"Saya berharap, listriknya bisa dipasok dari sumber-sumber energi terbarukan, tidak hanya tenaga surya tetapi juga angin, udara, dan sebagainya," katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad HM Ali mendorong pemerintah untuk melanjutkan program pemerataan kelistrikan untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

 

Ahmad prihatin melihat Sulawesi Tengah yang kaya akan LNG dan hasil tambang sampai sekarang masih memiliki penduduk yang belum bisa menikmati listrik.

Kapasitas listrik yang terpasang di Sulawesi Tengah juga disebut Ahmad masih rendah yaitu hanya 140 MegaWatt (MW). Sebagai pembanding, Maluku telah mencapai 230 MW.

"Kita (Sulawesi Tengah) adalah salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia, di Donggi-Sinorok, tetapi baru tahun ini terprogramkan pembangkit listrik tenaga gas yang sedang dibangun di Kabupaten Banggai," ungkapnya. 

Tahun ini, program LTSHE dilaksanakan di 16 provinsi dengan jumlah pemasangan LTSHE sebanyak 172.853 unit dan anggaran sebesar Rp565 miliar. Khusus di Provnsi Sulawesi Tengah, pemasangan tersebar di dua kabupaten dengan alokasi pemasangan sebanyak 498 unit terdiri dari 230 unit di Kabupaten Banggai dan 268 unit di Kabupaten Banggai Laut.

Di Kabupaten Banggai, pemasangan tersebar di lima desa (Lokait, Siuna, Sampaka, Lembah Makmur, Lembah Tompotika) yang terletak di tiga kecamatan (Kecamatan Simpang Raya, Pagimana, dan Bualemo). Hingga kini, menginstal LTSHE di kabupaten yang berjarak sekitar 600 km dari Kota Palu ini telah mencapai 100 persen. (sfr / agi)


CNN Indonesia


#lampuled #LED #juallampuled

Date added: 21-01-2019 Begini Cara Menghitung Biaya Listrik dan Trik Hemat

Listrik rumah menyedot dana bulanan yang cukup besar harus kamu perhitungkan dengan matang. Diperkirakan bahwa kita menghabiskan biaya listrik setiap bulannya? Tentu bisa. Ikuti cara menghitung biaya listrik di bawah ini!

 

Listrik menjadi salah satu kebutuhan penting yang tidak bisa tergantikan. Hampir seluruh kegiatan kita bergantung pada energi listrik, mulai dari kegiatan di kantor hingga di rumah. Ketergantungan akan listrik terkadang membuat kita lupa dan terlena kalau ada biaya yang harus dibayar ketika kita menggunakan energi listrik. Tak jarang biaya listrik di rumah membengkak karena kita kurang aware akan tingginya biaya listrik sehingga menggunakan listrik di rumah secara boros.

Hampir setiap tahunnya PLN (Perusahaan Listrik Negara) selalu menaikkan tarif dasar listrik. Terakhir kali PLN menaikkan tarif listrik 2018 pada bulan Mei. Dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik ini, kamu harus lebih memperhatikan pos pengeluaran biaya listrik agar nantinya pengeluaran bulanan jadi besar pasar daripada tiang.

Salah satu cara agar biaya listrik bisa terkontrol adalah dengan menghitung biaya listrik per bulan. Pasalnya dengan cara menghitung biaya listrik, kamu bisa memperkirakan berapa dana yang harus dipersiapkan. Jika biaya listrik melebihi budget bulanan, maka kamu bisa meminimalisasi penggunaan listrik di rumah. Dengan begitu, pengeluaran bulanan untuk biaya listrik bisa tercukupi.

Lakukan empat langkah ini dalam menghitung biaya listrik

Mengecek Biaya Listrik (kompasiana.com)

Sebagian besar dari kita pasti tidak pernah melakukan perhitungan biaya listrik karena merasa kalau hal tersebut merepotkan. Ditambah lagi, kita tidak mengetahui cara menghitung biaya listrik. Sebenarnya, cara menghitung biaya listrik perbulan tidaklah sulit dilakukan kalau kamu tahu langkahnya. Ada empat langkah mudah yang bisa kamu ikuti saat akan menghitung tarif listrik, yaitu:

1. Ketahui golongan daya listrik

Langkah yang pertama adalah mengetahui terlebih dahulu golongan daya listrik yang ada di rumahmu. Golongan daya listrik ini akan menentukan golongan tarif listrik. Golongan daya listrik ini ada banyak jenisnya, seperti 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas. Jika kamu tidak yakin, kamu bisa bertanya kepada pihak PLN dengan menelpon ke call centernya.

Untuk tarif dasar listrik terbagi menjadi dua golongan, yaitu untuk golongan 900 VA dikenakan tarif sebesar Rp 1.352 per kWh dan untuk golongan 1.300 VA sampai 5.600 VA tarif yang dikenakan Rp 1.467 per kWh.

2. Cek perabotan rumah yang menggunakan listrik

Barang Elektronik di Rumah (danaxtra.com)

Setelah mengetahui golongan daya listriknya, kamu harus membuat daftar list perabotan rumah apa saja yang menggunakan listrik dan berapa daya yang dimiliki oleh perabot listrik tersebut. Misalkan saja di rumahmu terdapat 7 peralatan elektronik dengan rincian sebagai berikut:

  • 10 lampu dengan daya 30 watt
  • 2 unit AC 1 PK dengan daya 750 watt
  • 1 unit LED TV 43 inchi dengan daya 100 watt
  • 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt
  • 1 unit kulkas dengan daya 300 watt
  • 1 setrika listrik dengan daya 200 watt
  • 1 magic com dengan daya 300 watt

3. Buat Estimasi konsumsi tarif listrik

Langkah selanjutnya adalah membuat estimasi konsumsi listrik karena tidak semua peralatan elektronik yang menyala hingga 24 jam penuh. Estimasi konsumsi tarif listrik 2018 akan menentukan berapa total daya yang digunakan oleh masing-masing perabotan per harinya. Mari kita lakukan estimasi konsumsi tarif listrik dengan menggunakan 7 peralatan elektronik seperti di atas. Berikut perhitungan estimasi konsumsi tarif listrik per harinya:

  • 10 lampu dengan daya 30 watt yang menyala selama 12 jam per hari. Maka estimasi perhitungannya adalah 10 lampu x 30 watt x 12 jam =  3.600 watt.
  • 2 unit AC dengan daya 750 watt yang menyala selama 8 jam per hari. Maka perhitungannya menjadi 2 x 750 watt x 8 jam = 1.200 watt.
  • 1 unit LED TV dengan daya 100 watt yang digunakan selama 5 jam per hari. Perhitungan estimasi penggunananya adalah 100 watt x 5 jam = 500 watt.
  • 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt yang hanya digunakan 1 jam saja per hari sehingga estimasi konsumsi listriknya hanya 1 x 350 watt x 1 jam = 350 watt.
  • 1 unit kulkas dengan daya 300 watt tentu saja menyala selama 24 jam sehingga perhitungannya menjadi 1 x 300 watt x 24 jam = 7.200 watt.
  • 1 setrika listrik dengan daya 200 watt hanya digunakan selama 1 jam saja per harinya sehingga estimasinya menjadi 1 x 200 watt x 1 jam = 200 watt.
  • 1 magic com dengan daya 150 watt yang menyala selama 24 jam per hari dengan perhitungan 1 x 150 watt x 24 jam = 3.600 watt.

4. Cara menghitung biaya listrik per bulan

Cara Menghitung Biaya Listrik (www.lgfcu.org)

Langkah terakhir adalah menjumlahkan semua total konsumsi daya listrik per harinya terlebih dahulu sebelum kamu bisa mendapatkan biaya listrik per bulan. Sesuai dengan contoh di atas, ada 7 perabotan elektronik yang digunakan di rumahmu dengan total penggunaan per harinya adalah:

3.600 watt (lampu) + 1.200 watt (AC) + 500 watt (LED TV) + 350 watt (mesin cuci) + 7.200 watt (kulkas) + 200 watt (setrika listrik) + 3.600 watt (magic com) = 16.650 watt per hari.

Perlu kamu ketahui kalau cara menghitung listrik ini menggunakan tarif listrik satuan kWh atau kilowatt per jam. Untuk mendapatkan satuan kWh, maka kamu harus menghitungnya menjadi 16.650 watt : 1.000 = 16,65 kWh penggunaan listrik di rumahmu setiap harinya.

Jika golongan daya listrik di rumahmu adalah 3.300 VA dengan tarif dasar listrik sebesar Rp 1.467 per kWh, maka kamu tinggal mengalikannya.

Biaya listrik per hari -> 16,65 kWh x Rp 1.467 = Rp 24.425,55

Biaya listrik per bulan -> Rp 24.425,55 x 30 hari = Rp 732.767

Jumlah yang tertera di atas adalah perhitungan rata-rata, bisa saja biaya listrik kamu naik atau turun tergantung dari penggunaan barang-barang elektronik yang ada di rumahmu.

 Trik untuk menghemat biaya listrik yang mudah diterapkan

Menghemat Biaya Listrik (www.infotechnology.com)

Biaya listrik memang menyedot banyak dana pengeluaran. Tapi kamu bisa menghematnya dengan menggunakan trik-trik yang ada di bawah ini:

  • Atur pemakaian elektronik

Dengan adanya cara menghitung biaya listrik di atas tadi, kamu sekarang jadi tahu kalau ternyata pemakaian perabot rumah tangga yang menggunakan listrik dengan watt besar akan menyedot biaya listrik yang cukup banyak. Jadi sebaiknya, jika perabotan elektronikmu memiliki watt yang besar, maka atur dengan baik pemakaiannya secara bijak seperti mengurangi penggunaan AC, menghemat penggunaan lampu, dan lain sebagainya.

  •  Cabut kabel dari saklar jika tidak digunakan

Cara Menghemat Biaya Listrik (kabar-energi.com)

Kita seringkali membiarkan kabel peralatan elektronik tertancap pada saklar ketika tidak digunakan. Padahal, kabel-kabel yang masih tertancap pada saklar ini akan terus mengalirkan aliran listrik meskipun kamu tidak menggunakan atau menyalakan peralatan elektronik tersebut. Aliran listrik yang terbuang sia-sia ini bisa menambah biaya listrikmu. Jadi, mulai sekarang cabut semua kabel dari saklar jika tidak sedang digunakan.

  • Isi pulsa listrik sebulan sekali

Penggunaan listrik dengan sistem pulsa atau token listrik memang sangat praktis, tapi kita seringkali kebobolan karena tahu-tahu sisa pulsa listrik sudah habis dan kamu harus mengisi ulang berkali-kali. Setelah kamu mengetahui kisaran pengeluaran listrik bulanan dengan cara menghitung biaya listrik perbulan di atas, kamu bisa tahu berapa total biaya yang dibutuhkan.

Sebaiknya kamu mengisi ulang pulsa listrik sekali pakai agar bisa mengendalikan penggunaan. Jika mengisinya berkali-kali, dikeluarkanmu bisa jadi tidak terkontrol karena lupa kapan terakhir kali kamu punya isi ulang pulsa listrik.

Date added: 09-01-2019 Pemkot Jakarta Timur Pasang 28.905 Lampu LED Smart

Bisnis.com , JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Timur memasang 28,905 lampu LED "Pintar" (Lighting Emitting Diode Smart System / LED SS) selama 2018.

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur Nurhidayat melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan lampu LED SS yang dipasang terdiri dari lampu berdaya 40 watt sebanyak 24.530 unit dan 90 watt sebanyak 4.375 unit.

Kendati telah menambah ribu, Nurhidayat menyebutkan angka masih akan terus memperbaharui masih ada sisipan pemasangan yang sifatnya darurat.

"Total pemasangan lampu LED SS tahun 2018 belum direkap keseluruhan. Karena angkanya masih akan terus bertambah hingga 31 Desember," ujar Nurhidayat.

Dia mengemukakan pada 2017 terpasang 34.935 unit lampu LED SS yang terdiri dari lampu dengan daya 40 watt sebanyak 22.943 unit, 90 watt (8.562 unit), 120 watt (1.380 unit), dan 200 watt (2.050 unit).

Berdasarkan data yang dihimpun, penerangan jalan umum (PJU) pintar itu akan diterapkan di seluruh bagian Jakarta. Dengan sistem lampu pintar tersebut memudahkan petugas memonitor dan mengontrol lampu dari jauh.

PJU sistem pintar menerapkan konsep "Internet of Things" (IoT) yang menghubungkan internet dengan benda sehingga benda tersebut dapat dikontrol atau digunakan dengan perangkat tanpa kabel.

Sistem canggih ini dikendalikan dari ruang kontrol yang berlokasi di kantor Suku Dinas (Sudin) Perindustrian dan Energi setempat yang memonitor unit lampu di wilayahnya selama 24 jam secara seketika (real-time).

Lampu PJU sistem pintar dapat dihidupkan dan dimatikan dengan kendali dari ruang kontrol sehingga lebih efisien dibandingkan dengan cara pengoperasian manual.

Apabila ada lampu yang padam karena kerusakan, notifikasi akan muncul di layar ruang monitor dengan memberikan informasi lokasi, jenis lampu, serta nomor token lampu yang padam, sehingga operator ruang kontrol dapat langsung memberikan perintah kerja kepada petugas di lapangan untuk melakukan perbaikan segera.

Notifikasi bahwa lampu sudah dapat berfungsi seperti sedia kala juga akan muncul jika sudah rampung diperbaiki.

Jenis lampu ini juga disebut menghemat biaya yang digunakan karena lampu dapat dinyalakan dan dimatikan tepat waktu, serta untuk daerah yang aktifitasnya minim pada malam hari, petugas dapat menurunkan pencahayaan serta penggunaan daya.

Lampu LED SS diklaim tahan lama karena dapat bertahan selama 50 ribu jam atau sekitar 12 tahun. Jenis daya lampu disesuaikan dengan kondisi jalan, misalnya untuk daya utama menggunakan daya 200 watt, untuk jalan penghubung 120 watt, jalan lingkungan 90 watt, dan untuk geng 40 watt.

Sumber: Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Date added: 10-12-2018 Hingga Awal Desember 2018, Sebanyak 18.033 Lampu LED SS Bakal Dipasang di Jakarta Barat

Sebanyak 13.106 lampu penerang jalan umum (PJU) jenis Lighting Emitting Diode Smart System (LED SS) telah dipasang di Jakarta Barat.

Menurut Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Barat, Ery Ghazali, target pemasangan lampu sebanyak 18.033 unit lampu LED SS dipasang di Jakarta Barat.

Ery Ghazali berjanji akan menyelesaikan pemasangan sisa lampu sebanyak 4.972 unit Lampe LED SS hingga akhir Desembe"Kami, targetkan sebanyak 18.033 lampu akan terpasang di wilayah Jakarta Barat. Soal jenis lampu PJU ini yakni LED SS," kata Ery Ghazali, Sabu (8/12/2018).

"Sampai kini, telah terpasang 13.106 lampu PJU ber-LED SS, maka, tersisa 4.972 lampu PJU LED SS yang belum terpasang. Maka itu, akan kami rampungkan hingga Desember akhir," ucapnya lagi.

Pemasangan lampu PJU LED SS ini, dipasang di sejumlah jalan umum, protokol, dan hingga di lingkungan warga.

Pemasangan lampu PJU LED SS merupakan untuk menindaklanjuti laporan warga dan dinilai jauh lebih hemat.

"Kami, mengganti Lampu sodium bertekanan tinggi atau High Pressure Sodium (HPS) yang kini menjadi LED SS. Penggantian, berdampak efisiensi pembayaran listrik berkurang hampir 50 persen," katanya.

"Untuk jenis LED terpasang di jalan-jalan protokol kapasitas 200 watt, kolektor 120 watt, lingkungan 90 watt dan juga di jalan MHT berkekuatan 40 watt," ucapnya.

Anggaran 2019 mendatang, kata Ery, bakalan diusul pergantian lampu LED 2.951 titik lokasi serta 485 titik, di antaranya pemasangan baru.

Pergantian lampu LED SS sebagai bentuk agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam berkegiatan pada malam hari. 




Date added: 30-11-2018 Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi Pakai Lampu LED Baru Terpenuhi 20 Persen

WARTA KOTA, BEKASI--- Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bekasi menggunakan teknologi lampu LED (Light-emitting Diode) sekitar 15-20 persen dari total 37.853 PJU.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana, saat ditemui di kantornya, Kamis (31/1/2019).

Arief menjelaskan, masih kecilnya jumlah PJU yang menggunakan lampu LED karena kendala biaya pengadaan yang mahal.

 

Pasalnya, harga lampu LED lebih mahal sekitar dua pertiga atau 67 persen dari harga lampu konvensional.

"Kita bertahap penggantiannya, tidak bisa langsung melakukan keseluruhan penggantian PJU dengan teknologi LED," ucap Arief Maulana.

Akibat masih minimnya penggunaan lampu LED, kata Arief, membuat tagihan listrik PJU mencapai Rp 5 miliar per bulan.

Padahal, jika seluruh PJU menggunakan teknologi LED penghematan listrik bisa mencapai 40 persen.

 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian

More...

Date added: 03-09-2018 Kementerian ESDM Sederhanakan Aturan SNI Peralatan Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyederhakan aturan mengenai pemberlakuan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang ketenagalistrikan. Jika dulu ada 11 aturan, kini hanya satu yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2018.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan salah satu tujuan penyederhanaan itu adalah memudahkan investasi di sektor listrik. Selain itu sejalan dengan paket kebijakan ekonomi Nomor XV yang telah dikeluarkan Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun lalu. “Sehingga mampu meningkatkan investasi di Indonesia," kata dia di Jakarta, Senin (29/1).

Selain meningkatkan investasi, Andy mengatakan terbitnya aturan SNI ini juga bertujuan untuk memenuhi aspek keselamatan sektor ketenagalistrikan, sesuai pasal 44 UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Tujuan lainnya melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja di sektor listrik dan masyarakat dari keselamatan dan kelestarian fungsi lingkungan.

Di tempat yang sama, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan aturan ini juga menyesuaikan dengan SNI yang baru. Sehingga tidak tertinggal.

Aturan ini juga memperluas cakupan produk luminer yang wajib SNI seperti lampu jenis Light Emitting Diode (LED) atau tudung lampu. Jika tidak diberlakukan SNI dikhawatirkan banyak impor masuk yang tidak standar. “Dulu tidak masuk,” ujar Munir.

Dalam aturan itu, Kementerian ESDM juga membatasi jenis kipas angin yang wajib SNI, yakni hanya untuk rumah tangga.  Di luar itu tidak wajib SNI.

Jadi, saat ini ada tujuh kategori produk yang wajib SNI. Di antaranya adalah pemutus sirkit proteksi arus lebih (Miniatur Circuit Breaker/MCB), pemutus sirkit arus sisa (Residual Current Circuit Breaker/RCCB), sakelar, tusuk kontak dan kotak kontak, perlengkapan kendali lampu ballas elektronik A.B. untuk lampu Fluorescent, luminer dan kipas angin.

Menurut Munir, ketujuh kategori produk ini juga nantinya pengawasannya akan menjadi post border. Artinya pemeriksaan atas pemenuhan persyaratan impor dilakukan setelah melalui Kawasan Pabean. “Ini untuk mempercepat barang di pelabuhan,” ujar dia.

Sebelumnya, mengenai SNI diatur dalam 16 Peraturan Menteri ESDM dan satu Keputusan Menteri ESDM yang kini dihapus. Tujuh belas aturan itu adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2005, Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2005, Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2014, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 207 K/30/MEM/2003.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Date added: 27-08-2018 Dukung Asian Games, Ratusan Lampu Jalan di Jakbar Diganti LED

Date added: 06-08-2018 123 Lampu LED Terangi Jalur Lintasan Asian Games di Jakbar

Sebanyak 123 lampu LED berkapasitas 120 watt, telah dipasang Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Barat di sejumlah titik ruas jalan yang akan dilintasi peserta Asian Games 2018. 

 

 

" Kami memprioritaskan pemasangan lampu LED di  lima ruas jalan karena jalur tersebut akan sering dilintasi atlet dan tim official "

 

 

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Barat, Ery Ghazali mengatakan, lampu LED tersebut di pasang di ruas jalan Flyover S Parman, Jalan Kyai Tapa,  LTC Glodok, Underpass Tomang dan Jalan Latumenten. 

 

 

 

 

"Kami memprioritaskan pemasangan lampu LED di  lima ruas jalan karena jalur tersebut akan sering dilintasi atlet dan tim ofisial yang hadir dalam perhelatan Asian Games," ujar Ery Ghazali, Senin (16/7). 

 

 

 

 

Ia menambahkan,  pihaknya juga akan mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) HPS menjadi LED di pemukiman warga dan jembatan penyeberangan orang (JPO). Hingga akhir 2017, ungkap Ery, sudah 34.300 dari total 55.900 titik lampu penerangan jalan humus (PJU) di Jakarta Barat telah diganti dari HPS menjadi LED. 

 

 

 

 

 

 

"Tahun ini total  sebanyak 18.000 lampu PJU HPS akan diganti menjadi LED. Sisanya sekitar 600 titik diusulkan pada anggaran 2019, " pungkasnya. 

 

Reporter : Folmer | Editor : Budhy Tristanto 

#LampuLED #JualLampuLED #LED #lampuGudang #LampuSorot

Date added: 02-08-2018 Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

Teknologi LED (Light-emitting diode) sudah mulai banyak dipakai di lampu utama mobil baru. Karena LED memiliki sejumlah keunggulan yang tidak ada di lampu halogen biasa. Mulai dari usia pakai yang panjang, tahan guncangan, waktu respons cepat, hemat energi, ramah lingkungan dan menghasilkan pencahayaan serta warna sinar yang baik. Inovasinya pun makin merambah dengan banyaknya pilihan warna cahaya.

Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

LED merupakan komponen elektronik solid state, sehingga tahan terhadap guncangan dan mampu memiliki dimensi sangat kecil. Berarti praktis dari sisi penempatan yang tidak perlu ruangan besar. Kelebihan lainnya, cahaya lampu LED mampu terang maksimal seketika dalam waktu kurang dari sedetik. Tidak seperti lampu HID dan xenon yang butuh waktu lebih lama hingga mencapai penerangan maksimal. Soal pendaran cahayanya pun, jauh lebih terang daripada halogen. Lampu LED untuk penerangan pada umumnya terdiri dari komponen LED chip, LED driver & pengendali suhu.

Nah, musuh utama bagi lampu LED adalah suhu panas. Meningkatnya suhu pada LED berdampak pada penurunan kinerja. Umumnya lampu berfungsi baik jika suhu kurang dari 70 derajat celcius. Biasanya, suhu tinggi berasal dari ruang mesin atau dari LED itu sendiri. Tidak hanya mempengaruhi kinerja, umurnya pun berkurang. Jadi, kualitas LED ditentukan pada rancang bangun, material, proses produksi dan sistem kontrol kualitas pascaproduksi.

Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

“LED itu lampu tanpa gas & filament, saat ini telah mencapai 150 lumens/watt dan lampu model ini sangat sedikit menghasilkan panas searah gelombang cahaya, namun suhu panasnya timbul pada bagian belakang lampu,” jelas Lily Hernawan, Direktur CV Sampurna Part Niaga (SPN) selaku distributor Autovision di Indonesia, melalui rilis resminya.

Kapasitas terang LED berbanding lurus dengan daya dan panas yang ditimbulkan. Semua itu tergantung rancang bangun serta material lampu. Untuk meningkatkan kinerja, dilakukan pengembangan dalam menciptakan LED berkapasitas besar tanpa menghasilkan panas berlebih. Selain itu, juga dikembangkan desain dan penggunaan material, selain metode penahan panas.

Jenis dan material pengendali suhu sangat mempengaruhi kinerja Lampu. Sistem pendingin kipas (fan) masih sistem paling baik dalam mengendalikan suhu. Selain itu, ada juga pendingin dengan air (water cooler) dan udara (air cooler). Namun, masing-masing jenis pengendali suhu memiliki kelebihan serta kekurangan.

Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

Sistem pendingin udara, menjadi teknologi paling sederhana. Daya tahannya memang paling lama, tapi lagi-lagi tergantung bahan yang dipakai juga. LED pendingin air paling canggih dan berbiaya mahal. Cara mengendalikan suhu melalui sistem sirkulasi air, kelemahannya butuh ruang bidang besar.

Sedangkan pendingin kipas (fan) paling masuk akal. Karena ukurannya kecil dan mampu menjaga suhu dengan sangat baik. Minusnya, bilah kipas mudah kotor jika sering melewati jalan berdebu. Dari ketiga jenis ini, LED pendingin udara masih yang paling awet, tapi paling sederhana. (Odi/Van)

#Lampuled #Juallampuled  #Dunialed #LED

Date added: 27-07-2018 Pakai Lampu Led, Pembayaran PJU Surplus Rp706 Juta

Loading...