Site news

Date added: 10-12-2018 Hingga Awal Desember 2018, Sebanyak 18.033 Lampu LED SS Bakal Dipasang di Jakarta Barat

Sebanyak 13.106 lampu penerang jalan umum (PJU) jenis Lighting Emitting Diode Smart System (LED SS) telah dipasang di Jakarta Barat.

Menurut Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Barat, Ery Ghazali, target pemasangan lampu sebanyak 18.033 unit lampu LED SS dipasang di Jakarta Barat.

Ery Ghazali berjanji akan menyelesaikan pemasangan sisa lampu sebanyak 4.972 unit Lampe LED SS hingga akhir Desembe"Kami, targetkan sebanyak 18.033 lampu akan terpasang di wilayah Jakarta Barat. Soal jenis lampu PJU ini yakni LED SS," kata Ery Ghazali, Sabu (8/12/2018).

"Sampai kini, telah terpasang 13.106 lampu PJU ber-LED SS, maka, tersisa 4.972 lampu PJU LED SS yang belum terpasang. Maka itu, akan kami rampungkan hingga Desember akhir," ucapnya lagi.

Pemasangan lampu PJU LED SS ini, dipasang di sejumlah jalan umum, protokol, dan hingga di lingkungan warga.

Pemasangan lampu PJU LED SS merupakan untuk menindaklanjuti laporan warga dan dinilai jauh lebih hemat.

"Kami, mengganti Lampu sodium bertekanan tinggi atau High Pressure Sodium (HPS) yang kini menjadi LED SS. Penggantian, berdampak efisiensi pembayaran listrik berkurang hampir 50 persen," katanya.

"Untuk jenis LED terpasang di jalan-jalan protokol kapasitas 200 watt, kolektor 120 watt, lingkungan 90 watt dan juga di jalan MHT berkekuatan 40 watt," ucapnya.

Anggaran 2019 mendatang, kata Ery, bakalan diusul pergantian lampu LED 2.951 titik lokasi serta 485 titik, di antaranya pemasangan baru.

Pergantian lampu LED SS sebagai bentuk agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam berkegiatan pada malam hari. 




Date added: 03-09-2018 Kementerian ESDM Sederhanakan Aturan SNI Peralatan Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyederhakan aturan mengenai pemberlakuan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang ketenagalistrikan. Jika dulu ada 11 aturan, kini hanya satu yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2018.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan salah satu tujuan penyederhanaan itu adalah memudahkan investasi di sektor listrik. Selain itu sejalan dengan paket kebijakan ekonomi Nomor XV yang telah dikeluarkan Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun lalu. “Sehingga mampu meningkatkan investasi di Indonesia," kata dia di Jakarta, Senin (29/1).

Selain meningkatkan investasi, Andy mengatakan terbitnya aturan SNI ini juga bertujuan untuk memenuhi aspek keselamatan sektor ketenagalistrikan, sesuai pasal 44 UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Tujuan lainnya melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja di sektor listrik dan masyarakat dari keselamatan dan kelestarian fungsi lingkungan.

Di tempat yang sama, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan aturan ini juga menyesuaikan dengan SNI yang baru. Sehingga tidak tertinggal.

Aturan ini juga memperluas cakupan produk luminer yang wajib SNI seperti lampu jenis Light Emitting Diode (LED) atau tudung lampu. Jika tidak diberlakukan SNI dikhawatirkan banyak impor masuk yang tidak standar. “Dulu tidak masuk,” ujar Munir.

Dalam aturan itu, Kementerian ESDM juga membatasi jenis kipas angin yang wajib SNI, yakni hanya untuk rumah tangga.  Di luar itu tidak wajib SNI.

Jadi, saat ini ada tujuh kategori produk yang wajib SNI. Di antaranya adalah pemutus sirkit proteksi arus lebih (Miniatur Circuit Breaker/MCB), pemutus sirkit arus sisa (Residual Current Circuit Breaker/RCCB), sakelar, tusuk kontak dan kotak kontak, perlengkapan kendali lampu ballas elektronik A.B. untuk lampu Fluorescent, luminer dan kipas angin.

Menurut Munir, ketujuh kategori produk ini juga nantinya pengawasannya akan menjadi post border. Artinya pemeriksaan atas pemenuhan persyaratan impor dilakukan setelah melalui Kawasan Pabean. “Ini untuk mempercepat barang di pelabuhan,” ujar dia.

Sebelumnya, mengenai SNI diatur dalam 16 Peraturan Menteri ESDM dan satu Keputusan Menteri ESDM yang kini dihapus. Tujuh belas aturan itu adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2005, Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2005, Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2014, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 207 K/30/MEM/2003.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Date added: 27-08-2018 Dukung Asian Games, Ratusan Lampu Jalan di Jakbar Diganti LED

Date added: 06-08-2018 123 Lampu LED Terangi Jalur Lintasan Asian Games di Jakbar

Sebanyak 123 lampu LED berkapasitas 120 watt, telah dipasang Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Barat di sejumlah titik ruas jalan yang akan dilintasi peserta Asian Games 2018. 

 

 

" Kami memprioritaskan pemasangan lampu LED di  lima ruas jalan karena jalur tersebut akan sering dilintasi atlet dan tim official "

 

 

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Barat, Ery Ghazali mengatakan, lampu LED tersebut di pasang di ruas jalan Flyover S Parman, Jalan Kyai Tapa,  LTC Glodok, Underpass Tomang dan Jalan Latumenten. 

 

 

 

 

"Kami memprioritaskan pemasangan lampu LED di  lima ruas jalan karena jalur tersebut akan sering dilintasi atlet dan tim ofisial yang hadir dalam perhelatan Asian Games," ujar Ery Ghazali, Senin (16/7). 

 

 

 

 

Ia menambahkan,  pihaknya juga akan mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) HPS menjadi LED di pemukiman warga dan jembatan penyeberangan orang (JPO). Hingga akhir 2017, ungkap Ery, sudah 34.300 dari total 55.900 titik lampu penerangan jalan humus (PJU) di Jakarta Barat telah diganti dari HPS menjadi LED. 

 

 

 

 

 

 

"Tahun ini total  sebanyak 18.000 lampu PJU HPS akan diganti menjadi LED. Sisanya sekitar 600 titik diusulkan pada anggaran 2019, " pungkasnya. 

 

Reporter : Folmer | Editor : Budhy Tristanto 

#LampuLED #JualLampuLED #LED #lampuGudang #LampuSorot

Date added: 02-08-2018 Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

Teknologi LED (Light-emitting diode) sudah mulai banyak dipakai di lampu utama mobil baru. Karena LED memiliki sejumlah keunggulan yang tidak ada di lampu halogen biasa. Mulai dari usia pakai yang panjang, tahan guncangan, waktu respons cepat, hemat energi, ramah lingkungan dan menghasilkan pencahayaan serta warna sinar yang baik. Inovasinya pun makin merambah dengan banyaknya pilihan warna cahaya.

Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

LED merupakan komponen elektronik solid state, sehingga tahan terhadap guncangan dan mampu memiliki dimensi sangat kecil. Berarti praktis dari sisi penempatan yang tidak perlu ruangan besar. Kelebihan lainnya, cahaya lampu LED mampu terang maksimal seketika dalam waktu kurang dari sedetik. Tidak seperti lampu HID dan xenon yang butuh waktu lebih lama hingga mencapai penerangan maksimal. Soal pendaran cahayanya pun, jauh lebih terang daripada halogen. Lampu LED untuk penerangan pada umumnya terdiri dari komponen LED chip, LED driver & pengendali suhu.

Nah, musuh utama bagi lampu LED adalah suhu panas. Meningkatnya suhu pada LED berdampak pada penurunan kinerja. Umumnya lampu berfungsi baik jika suhu kurang dari 70 derajat celcius. Biasanya, suhu tinggi berasal dari ruang mesin atau dari LED itu sendiri. Tidak hanya mempengaruhi kinerja, umurnya pun berkurang. Jadi, kualitas LED ditentukan pada rancang bangun, material, proses produksi dan sistem kontrol kualitas pascaproduksi.

Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

“LED itu lampu tanpa gas & filament, saat ini telah mencapai 150 lumens/watt dan lampu model ini sangat sedikit menghasilkan panas searah gelombang cahaya, namun suhu panasnya timbul pada bagian belakang lampu,” jelas Lily Hernawan, Direktur CV Sampurna Part Niaga (SPN) selaku distributor Autovision di Indonesia, melalui rilis resminya.

Kapasitas terang LED berbanding lurus dengan daya dan panas yang ditimbulkan. Semua itu tergantung rancang bangun serta material lampu. Untuk meningkatkan kinerja, dilakukan pengembangan dalam menciptakan LED berkapasitas besar tanpa menghasilkan panas berlebih. Selain itu, juga dikembangkan desain dan penggunaan material, selain metode penahan panas.

Jenis dan material pengendali suhu sangat mempengaruhi kinerja Lampu. Sistem pendingin kipas (fan) masih sistem paling baik dalam mengendalikan suhu. Selain itu, ada juga pendingin dengan air (water cooler) dan udara (air cooler). Namun, masing-masing jenis pengendali suhu memiliki kelebihan serta kekurangan.

Mengenal Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Lampu LED

Sistem pendingin udara, menjadi teknologi paling sederhana. Daya tahannya memang paling lama, tapi lagi-lagi tergantung bahan yang dipakai juga. LED pendingin air paling canggih dan berbiaya mahal. Cara mengendalikan suhu melalui sistem sirkulasi air, kelemahannya butuh ruang bidang besar.

Sedangkan pendingin kipas (fan) paling masuk akal. Karena ukurannya kecil dan mampu menjaga suhu dengan sangat baik. Minusnya, bilah kipas mudah kotor jika sering melewati jalan berdebu. Dari ketiga jenis ini, LED pendingin udara masih yang paling awet, tapi paling sederhana. (Odi/Van)

#Lampuled #Juallampuled  #Dunialed #LED

Date added: 27-07-2018 Pakai Lampu Led, Pembayaran PJU Surplus Rp706 Juta

Date added: 25-07-2018 Lampu LED Jawaban Anjuran Hemat Energi

Date added: 23-07-2018 Kementerian ESDM Sederhanakan Aturan SNI Peralatan Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyederhakan aturan mengenai pemberlakuan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang ketenagalistrikan. Jika dulu ada 11 aturan, kini hanya satu yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2018.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan salah satu tujuan penyederhanaan itu adalah memudahkan investasi di sektor listrik. Selain itu sejalan dengan paket kebijakan ekonomi Nomor XV yang telah dikeluarkan Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun lalu. “Sehingga mampu meningkatkan investasi di Indonesia," kata dia di Jakarta, Senin (29/1).

Selain meningkatkan investasi, Andy mengatakan terbitnya aturan SNI ini juga bertujuan untuk memenuhi aspek keselamatan sektor ketenagalistrikan, sesuai pasal 44 UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Tujuan lainnya melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja di sektor listrik dan masyarakat dari keselamatan dan kelestarian fungsi lingkungan.

Di tempat yang sama, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan aturan ini juga menyesuaikan dengan SNI yang baru. Sehingga tidak tertinggal.

Aturan ini juga memperluas cakupan produk luminer yang wajib SNI seperti lampu jenis Light Emitting Diode (LED) atau tudung lampu. Jika tidak diberlakukan SNI dikhawatirkan banyak impor masuk yang tidak standar. “Dulu tidak masuk,” ujar Munir.

Dalam aturan itu, Kementerian ESDM juga membatasi jenis kipas angin yang wajib SNI, yakni hanya untuk rumah tangga.  Di luar itu tidak wajib SNI.

Jadi, saat ini ada tujuh kategori produk yang wajib SNI. Di antaranya adalah pemutus sirkit proteksi arus lebih (Miniatur Circuit Breaker/MCB), pemutus sirkit arus sisa (Residual Current Circuit Breaker/RCCB), sakelar, tusuk kontak dan kotak kontak, perlengkapan kendali lampu ballas elektronik A.B. untuk lampu Fluorescent, luminer dan kipas angin.

Menurut Munir, ketujuh kategori produk ini juga nantinya pengawasannya akan menjadi post border. Artinya pemeriksaan atas pemenuhan persyaratan impor dilakukan setelah melalui Kawasan Pabean. “Ini untuk mempercepat barang di pelabuhan,” ujar dia.

Sebelumnya, mengenai SNI diatur dalam 16 Peraturan Menteri ESDM dan satu Keputusan Menteri ESDM yang kini dihapus. Tujuh belas aturan itu adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2005, Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2005, Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2007, Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 tahun 2009, Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2014, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 207 K/30/MEM/2003

Date added: 16-07-2018 LAMPU LED Memiliki Banyak Kelebihan dari CFL

LAMPU LED Memiliki Banyak Kelebihan dari CFL yang perlu Anda ketahui. The light emitting diode (LED) adalah salah satu teknologi pencahayaan yang paling hemat energi dan cepat berkembang saat ini. Kualitas lampu LED bertahan lebih lama, lebih tahan lama, dan menawarkan kualitas cahaya yang sebanding atau lebih baik dari pada jenis pencahayaan lainnya.

Lampu LED

Lampu LED

Lampu LED adalah teknologi terbaru di dunia pencahayaan. Untuk dapat menggunakan lampu hemat energy ini memerlukan beberapa kiat mudah dan murah versi Anda. Jenis lampu ini disukai oleh banyak orang dari semua gaya pencahayaan. Lampu LED jauh lebih baik daripada saingannya Compact Fluorescent Lights (CFL).

Dengan peningkatan kinerja dan penurunan harga, LED bisa menggantikan lampu pijar 40, 60, dan bahkan 75 Watt. Penting untuk membaca Label Fakta Cahaya untuk memastikan produk tersebut memiliki kecerahan dan warna yang tepat untuk lokasi yang diinginkan. Bila dipilih dengan hati-hati, produk pengganti LED bisa menjadi pilihan yang sangat baik.

Manfaat LED melebihi CFL

Kurang Konsumsi Daya

Alasan terbaik adalah bahwa LED mengkonsumsi lebih sedikit daya dibandingkan dengan CFL. Jika Anda bosan dengan membayar tagihan listrik yang sangat mahal, maka LED adalah solusi yang tepat.

Bila menggunakan lampu pijar 75 watt untuk tujuan perbandingan, ditemukan bahwa efisiensi LED adalah 80 lumen/watt dan CFL adalah 57,5 lumens/watt. Efisiensi LED yang lebih tinggi dapat membantu Anda mengurangi biaya tagihan listrik Anda.

Tahan lama

Tidak ada yang punya saku besar untuk tetap menghabiskan peralatan pencahayaan setelah menggunakannya hanya dalam rentang waktu yang singkat. Semua ingin itu terjadi hanya sebagai investasi satu kali saja. Jika Anda menginginkan itu juga, maka LED adalah apa yang harus Anda pilih.

LED memberikan masa pakai yang lebih lama daripada CFL. Untuk memberi Anda gagasan yang jelas, Rata-rata masa lampu LED adalah 40.000 jam, sedangkan CFL hanya 10.000 jam saja. Apalagi, masa lampu LED tidak bisa dilakukan dengan metode instalasi atau On-Off cycle. Sebaliknya, kedua faktor tersebut berperan dalam menentukan masa pakai CFL.

Biaya efektif

Tentu saja, karena lampu LED mengkonsumsi lebih sedikit daya, harganya lebih efektif dibandingkan CFL. Sama seperti tes sebelumnya, lampu pijar standar 75 watt digunakan untuk mengetahui selisih antara biaya penggunaan LED dan CFL. Bila Anda menggunakan LED akan menghemat uang hasil jerih payah Anda terjamin.

Ramah lingkungan

Karena Anda adalah bagian dari masyarakat, Anda harus memiliki beberapa tugas untuk melakukannya. Anda tidak bisa hidup bahagia jika lingkungannya tidak ramah manusia. Sesuai dengan berbagai tes, ditemukan bahwa LED lebih ramah lingkungan. Berbicara tentang angka tersebut, sebuah LED memancarkan karbon dioksida seberat 451 pon per tahun, sementara jumlah karbon dioksida yang dipancarkan CFL adalah 1051 pound per tahun. Jumlahnya cukup untuk memberi Anda gagasan yang jelas tentang bagaimana LED lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan CFL.

Bagaimana memilih lampu LED yang sesuai untuk rumah minimalis?

Tersedia dalam berbagai desain

Anda mungkin tidak lagi tertarik dengan CFL sejauh menyangkut bagian desain. Lampu LED hadir dalam berbagai desain untuk menambahkan lebih banyak model untuk menambah keindahan rumah Anda. Anda dapat memilih pilihan yang tersedia untuk Anda. Dalam kasus CFL, Anda harus secara paksa memilih desain yang bahkan tidak Anda sukai. Ayo, biarkan pencahayaan rumah Anda berbicara tentang disainnya juga.

Kesimpulan

Kini Anda mengetahui mengapa lampu LED lebih baik daripada CFL. Hal ini juga merupakan dampak dari penggunaan teknologi terbaru yang semakin canggih. Bisa saja pada beberapa tahun kedepan aka nada yang lebih baik lagi dari LED.

Date added: 28-06-2018 Ganti Lampu LED, Jalanan di Pasar Rebo Terang Benderang

Selasa, 26 Juni 2018 10:45 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Beritajakarta.id

Ilustrasi (Ist)

 

Kondisi jalanan di Pasar Rebo semakin terang benderang. Ada 4.701 lampu yang diganti berjenis LED SS.

PASAR REBO – Jalanan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur kian terang benderang. Pasalnya petugas setempat mengganti lampu menjadi lampu hemat energi berjenis Light-Emitting Diode Smart System (LED SS).

"Kita mulai lakukan pemasangan sebanyak 4.701 lampu LED SS di wilayah Pasar Rebo. Seluruhnya untuk menggantikan lampu eksisting yang masih jenis HPS. Jumlah ini belum termasuk dari aspirasi masyarakat (asmas)," kata Nurhidayat, Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Senin (25/6).

Menurutnya, selama dua pekan di bulan Juni, pemasangan lampu LED SS di Pasar Rebo ini sudah mencapai 823 unit. Khususnya di Kelurahan Baru dan Cijantung. Pemasangan dilanjutkan kembali mulai pekan ini di kelurahan lainnya. Yakni Kalisari, Pekayon dan Gedong,

"Untuk mempercepat proses pemasangannya, kami sudah sosialisasi ke lurah dan camat. Meminta bantuan untuk dilakukan penopingan pohon, terutama di sekitar tiang lampu PJU agar tak mengganggu dan menghalangi pencahayaan," tandasnya.

Tuti (45), warga Pasar Rebo mengakui pergantian lampu menjadi LED banyak membantu warga yang melakukan aktivitas.

“Kondisi jalan jadi semakin terang semanjak diganti lampunya,” pungkasnya.

Loading...