Site news

Date added: 21-03-2018 Pakai Listrik Prabayar? 5 Hal Ini Jitu Menghemat Pengeluaran

Menjadi pelanggan listrik prabayar berarti Anda akan mengisi kebutuhan listrik rumah tangga seperti mengisi pulsa telepon.

Mau tidak mau Anda harus beradaptasi dari sisi gaya hidup supaya biaya konsumsi listrikAnda tidak terlalu drastis pembengkakannya.

Berikut beberapa trik penghematan listrik prabayar yang bisa Anda terapkan:

1. Matikan lampu bila sudah tidak digunakan

Langkah ini sering luput dilakukan orang. Ketika malam dan tiba waktu beristirahat, lampu rumah masih banyak yang terang benderang. Biasakan mematikan lampu ketika malam dan sisakan saja beberapa penerangan yang penting. Misalnya, lampu teras, lampu dapur, dan lain-lain. Jangan lupa juga selalu mematikan penerangan saat keluar dari ruangan.

2. Cabut steker listrik dari terminal bila tidak terpakai

 

Membiarkan steker listrik terpasang terus di terminal berlama-lama, bukan cuma berisiko merusak peralatan elektronik. Konsumsi listrik juga terus berjalan selama steker listrik Anda biarkan terpasang.

Sebagai gambaran, kabel laptop yang terus terpasang mengonsumsi 50 watt per jam, sedangkan komputer meja atau desktop memakan listrik sekitar 20 watt per jam.

Begitu juga charger ponsel, memakan kurang lebih 1 watt per jam. Belum lagi steker televisi yang bisa menghabiskan listrik sampai 15 watt per jam. Modem internet juga bisa menjadi “vampir listrik” sebesar 4 watt per jam.

3. Ganti lampu dengan lampu LED

Langkah ini memang membutuhkan modal cukup besar. Karena, lampu LED relatif mahal dibanding lampu biasa. Tapi, penghematannya akan terasa dalam jangka panjang.

Sebagai gambaran, lampu LED 7 watt merek tertentu setara dengan bohlam 60 watt. Harga lampu LED rata-rata di atas Rp 100.000 per buah.

Hemat Listrik© Disediakan oleh Tribun News Hemat Listrik

4. Atur pemakaian alat elektronik berdaya besar

Beberapa peralatan elektronik memakan listrik yang tidak kecil. Seperti Air Conditioning (AC), pompa air, dispenser, water heater, rice cooker atau magic com, mesin cuci, dan lain-lain. Atur pemakaian alat-alat elektronika yang boros listrik ini agar listrik prabayar Anda tidak lekas habis.

Misalnya, pakai mesin cuci seminggu tiga kali saja, cabut steker dispenser dan optimalkan air dingin dari kulkas saja. Manfaatkan kompor gas untuk membuat air panas. Beli tandon penampung air agar tidak sering-sering menyalakan pompa listrik.

5. Galakkan aksi penghematan anggota keluarga

Penghematan konsumsi listrik akan sulit dilakukan oleh satu orang saja. Terlebih bila isi rumah Anda ada banyak personel. Mulai kampanyekan gerakan hemat listrik keluarga demi kesehatan finansial.

Anda bisa membantu mengingatkan anggota keluarga untuk berhemat listrik dengan membuat tulisan-tulisan pengingat yang dapat Anda tempel di dekat peralatan elektronik. (*)

Date added: 15-01-2018 Stadion GBK Gunakan Lampu LED dan Panel Surya untuk Listrik

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Israr Itah

 
Republika/Iman Firmansyah
Wajah Baru Stadion Utama Gelora Bung Karno pada malam hari usai renovasi.
Wajah Baru Stadion Utama Gelora Bung Karno pada malam hari usai renovasi.

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Ahad (14/1). Setelah hampir satu tahun mengalami renovasi, saat ini Stadion GBK tampil dengan wajah baru dan dengan pasokan energi yang ramah lingkungan.

Wajah baru Stadion GBK diikuti dengan sistem baru penyediaan listriknya. Stadion ini dilengkapi panel surya dengan kapasitas 420 kWp yang mampu menghasilkan rata-rata 1.470 kWh/hari. Melengkapi sumber utama energi stadion yang berasal dari tenaga surya yang memiliki, listrik GBK juga terkoneksi dengan sumber listrik dari PLN dan genset.

Dalam keterangan resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disebutkan bahwa stadion ini diterangi lampu berkekuatan 3.500 lux atau tiga kali lebih terang dari sebelumnya. Namun yang membanggakan, pencahayaan Stadion GBK 50 persen lebih hemat karena menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED), bukan lampu konvensional. Titik lampu sebanyak 610 set yang terkoneksi dengan sistem tata suara yang berkekuatan hingga 80.000 watt PMPO, sehingga pergerakan lampu dapat seirama dengan musik yang dimainkan.

Pencahayaan sebelumnya memakai teknologi metal halide, membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk pemanasan sebelum dapat dihidupkan. Sekarang dengan LED, bisa difungsikan sebagai interactive dynamic lighting.

"Renovasi besar Gelora Bung Karno saya nyatakan diresmikan dan dimulai penggunaannya," ujar Presiden yang kemudian menandatangani batu peresmian. Presiden Jokowi menyaksikan langsung pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Islandia yang berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan tim Islandia tersebut.

Presiden Jokowi melalui akun Facebook-nya juga menyebutkan bahwa stadion ini salah satu dengan pencahayaan terbaik di dunia.  Selain ramah lingkungan karena menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber utama listriknya, Stadion GBK juga telah menggunakan lampu LED standar tertinggi yang diakui FIFA dan federasi atletik internasional (IAAF)

Date added: 19-12-2017 Harga Tarif Listrik 2017 Melambung Lagi, Ini Dia Trik untuk Menyiasatinya!

Harga Tarif Listrik 2017 Melambung Lagi, Ini Dia Trik untuk Menyiasatinya

Saat ini, pencabutan subsidi listrik tak hanya berlaku bagi para pengguna listrik golongan 1300 VA saja melainkan sudah diperluas hingga golongan tarif 900 VA. Rencananya kenaikan harga tarif listrik 2017 ini akan dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali, yaitu bulan Januari, Maret dan Mei. Masing-masing, kenaikan nya mencapai 32%. Pada bulan Januari saja, tarif listrik pada golongan ini naik dari posisi 585 rupiah per KWh, menjadi 774 rupiah per KWh. Hal ini tentu menimbulkan keluhan di kalangan masyarakat terutama bagi kalangan menengah ke bawah dan juga para pelaku usaha.

Tak perlu risau atau panik hanya karena tarif listrik yang sudah tidak disubsidi dan cenderung mengalami kenaikan. Solusinya, mulai kini adalah dengan berhemat dengan beberapa tips di bawah ini:

  1. 1.Ganti televisi.

Tips pertama menghemat pengeluaran listrik adalah dengan mengganti televisi. Mengapa? Karena setiap rumah tangga pasti memiliki televisi dan televisi sendiri merupakan perabotan elektronik yang paling sering digunakan. Jika rumah Anda masih menggunakan TV tabung, segera ganti dengan TV jenis LED. Meski awalnya memang harganya sedikit mahal, sekitar 1,5 jutaan ke atas, namun daya konsumsi listrik TV LED lebih rendah daripada TV tabung. Yaitu hanya sekitar 55 watt saja, bandingkan dengan TV tabung yang bisa mencapai 100 watt untuk beroperasi.

  1. 2.Ganti dengan lampu LED.

Perabotan elektronik yang sering dipakai selanjutnya adalah lampu. Bagi yang masih menggunakan lampu neon/lampu pijar, beralihlah pada pemakaian lampu LED. Namun karena harganya cenderung mahal, gantilah lampu pijar ke lampu LED saat lampu pijar sudah benar-benar rusak. Kemudian gunakan lampu LED di tempat-tempat atau ruangan yang lebih sering dalam keadaan terang semisal teras atau ruang keluarga. Sehingga awetnya pun akan lebih terasa.

 
  1. 3.Pakai timer digital.

Menghadapi harga tarif listrik 2017 yang sudah mulai mengalami kenaikan, solusi penghematan listrik menjadi penolong yang dapat menyelamatkan anggaran tagihan listrik. Bagi Anda yang menggunakan dispenser selama 24 jam nonstop, mulailah untuk menggunakan timer digital untuk dispenser Anda. Hal ini dikarenakan, konsumsi listrik dispenser cukup besar, mencapai 300-500 watt. Ubah setting timer nyala dispenser pada jam-jam dimana dispenser lebih sering dibutuhkan, misal pada pagi atau malam hari saja. Di luar jam-jam tersebut, dispenser mati. Jika memang membutuhkan air panas, sebaiknya rebus air di atas kompor saja.

  1. 4.Gunakan stavolt/stabilizer dan kapasitor.

Untuk yang tegangan listrik di rumahnya tergolong rendah, pasti sering mengalami listrik turun (jeglek) pada saat beberapa perabotan listrik yang memakan daya cukup banyak digunakan secara bersamaan misal pompa air, rice cooker, TV dan mesin cuci. Listrik yang naik turun ini dapat menyebabkan tagihan listrik membengkak sekaligus mempermudah resiko rusaknya perabotan elektronik. Solusinya, gunakan stavolt dan stabilizer untuk beberapa perabotan yang konsumsi listriknya cukup besar.

  1. 5.Pakai tandon air.

Pompa air saat permulaan dinyalakan bisa memakan daya konsumsi listrik hingga 200 watt dan 100 watt pada saat beroperasi, hal ini juga dapat membuat tagihan listrik membengkak, padahal konsumsi air rumah tangga cukup banyak. Solusinya adalah dengan memasang tandon atau torren untuk menyimpan air dan gunakan sensor apung. Sensor apung ini berfungsi untuk menyalakan pompa secara otomatis saat persediaan air di tandon mulai habis dan mematikannya saat tandon sudah penuh. Dengan tips-tips tersebut, Anda sudah tak perlu risau lagi dengan adanya kenaikan harga tarif listrik 2017.

harga tarif listrik 2017

 

 

SEO enthusiast since 2009 | Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.c

Date added: 13-10-2017 1.500 Lampu LED Akan Terangi Kota Madiun

Date added: 23-01-2017 4.900 Lampu LED SS akan Dipasang di Jaksel

Date added: 23-01-2017 Tips Memilih Lampu Plafon untuk Rumah Minimalis

Date added: 08-11-2016 Pemasangan 89.417 Titik Lampu LED Dikebut

 

 


 Pemasangan 89.417 Titik Lampu LED Smart System Dikebut

 

 

Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI Jakarta terus mengkebut pemasangan lampu LED smart system di tiga wilayah hingga akhir 2016.

 

" Total lampu LED smart system yang akan dipasang sebanyak 89.417 titik yang tersebar di tiga wilayah"

"Total lampu LED smart systemyang akan dipasang sebanyak 89.417 titik dan tersebar di tiga wilayah," ujar Yuli Hartono, Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta saat rapat bersama Komisi B DPRD, Kamis (3/11).

 

Ia mengatakan, pemasangan lampu LED smart system hingga akhir 2016 difokuskan di tiga wilayah yakni Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan serta sebagian Jakarta Utara.

 

"Empat ruas jalan yakni MHT, lingkungan, kolektor dan arteri yang tersebar di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan akan seluruhnya diganti menjadi lampu LED," terangnya.

 

Sedangkan, pergantian lampu penerangan ruas Jalan MHT di Jakarta Utara baru direalisasikan tahun 2017. Hingga 31 Oktober 2016, lanjut Yuli, realisasi pemasangan lampu LED smart system di tiga wilayah telah mencapai 80,91 persen atau sebanyak 72.349 titik.

 

Perinciannya di Jakarta Selatan yang terealisasi sebanyak 38.487 dari total pengadaan 50.067 titik lampu. Di Jakarta Pusat yang terealisasi sebanyak 23.158 dari total pengadaan 28.845 titik lampu. Sedangkan di Jakarta Utara, pemasangan yang telah terealisasi 9.245 dari total pengadaan 10.505 titik.

 

"Kami mengusulkan pemasangan lampu LED sekitar 96 ribu lebih titik di tahun anggaran 2017 untuk wilayah Jakarta Barat, Timur dan sebagian Jakarta Utara,"

 

Pihaknya juga meminta agar DPRD DKI Jakarta mendukung realisasi pemasangan LED smart system seluruh wilayah Ibukota hingga akhir 2017.

 

Date added: 09-08-2016 Gunakan Lampu LED, Biaya Listrik PJU Akan Berkurang

Rabu, 03 Agustus 2016 | MEGAPOLITAN

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terhitung mulai tahun ini seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) di ibukota diganti menggunakan lampu light emitting diode (LED) yang lebih hemat energi. Sehingga dipastikan biaya listrik yang dibayarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan berkurang pada tahun depan.

"Karena sudah pakai LED, tahun depan pengeluaran biaya listrik untuk PJU bisa berkurang hingga 50 persen," kata Kepala Bidang Pencahayaan Kota, Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI Jakarta Syamsul Bhakri, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, meski menggunakan lampu dengan daya listrik yang lebih kecil, pencahayaan jalan di ibukota akan tetap maksimal. Ditargetkan hingga November mendatang, lampu jenis LED itu sudah terpasang 89.000 unit, sementara saat ini telah terpasang 45.200 unit.

"Kita pastikan, jalanan di ibukota tetap terang walau lampu yang kita gunakan jenis LED," ujarnya.

 

Date added: 09-08-2016 Hingga Agustus, DKI Sudah Pasang 45.200 Lampu LED

Jakarta - Hingga awal Agustus 2016, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memasang sebanyak 45.200 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan jenis lampu Light Emiting Diode (LED). Pemasangan lampu LED pada PJU ini lebih hemat listrik dibandingkan lampu biasa.

Kepala Bidang Pencahayaan Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Syamsul Bakhri mengatakan pihaknya berupaya mengganti lampu-lampu PJU yang lama dengan jenis LED. Selain lebih terang cahayanya, juga lebih hemat listrik.

“Kami sudah berupaya terus mengganti lampu PJU dengan lampu LED. Hingga awal Agustus ini, sudah terpasang sebanyak 45.200 unit lampu PJU LED,” kata Syamsul seusai mengikuti rapat dengan Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (3/8).

Dia menargetkan, hingga November 2016, sudah terpasang PJU dengan lampu LED sebanyak 89 ribu unit di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sehingga tidak ada lagi tempat yang tidak memiliki pencahayaan yang tidak cukup atau remang-remang.

“Kita sudah melakukan pemasangan PJU dengan lampu LED sejak tanggal 25 April lalu. Dan ditargetkan hingga November terpasang 89 ribu unit,” ujarnya.

Syamsul memastikan, penerangan jalan di Ibukota akan maksimal karena pemasangan lampu PJU menggunakan tiga pola, yakni pemasangan pertama dilakukan di gang-gang kemudian di Jalan Lingkungan dan di Jalan penghunung serta di Jalan Protokol.

Selain menghemat listrik, penggunaan lampu LED di PJU juga diperkirakan akan menurunkan anggaran listrik untuk PJU. Bila awalnya, setiap tahun Dinas Perindustrian dan Energi harus membayar Rp 600 miliar untuk listrik PJU, maka tahun depan, biaya listrik PJU akan turun sebesar 50 persen.

“Terjadi penghematan pembayaran biaya listrik sekitar 50 persen. Ini baru kita rasakan pada tahun depan. Kan tahun ini baru dipasang,” jelasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mendukung langkah yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Energi dengan memperbanyak lampu-lampu LED di PJU yang tersebar diseluruh wilayah DKI Jakarta.

“Saya memang ingin tidak ada lagi tempat-tempat gelap atau reman-remang di Jakarta. Karena bisanya, kondisi yang gelap dan remang itu bisa dipakai untuk tindakan kriminalitas. Kalau terang semua, kan bisa ketahuan siapa yang ada disana,” ujar Djarot.

Lenny Tristia Tambun/YUD

BeritaSatu.com

Date added: 09-08-2016 45 Ribu Lampu LED Sudah Terpasang di Ibukota

Reporter : Suriaman Panjaitan | Editor : Nani Suherni | Rabu, 03 Agustus 2016

P‎emerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya agar semua jalan di Ibukota dilengkapi dengan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) berjenis Light Emiting Diode (LED).

 

" Pemasangan lampu PJU dimulai 25 April kemarin. Hingga ‎Agustus baru 45.200 unit yang terpasang"

Hingga Agustus ini, telah terpasang sebanyak 45.200 unit lampu LED di semua wilayah DKI Jakarta.

 

Kepala Bidang Pencahayaan, Dinas Perindustrian dan Energ‎i DKI Jakarta, Syamsul Bakhri mengatakan, instansinya menargetkan 89.000 unit LED terpasang hingga November.

 

"Pemasangan lampu PJU dimulai 25 April kemarin. Hingga ‎Agustus baru 45.200 unit yang terpasang," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/8).

 

Syamsul memastikan, penerangan jalan di Jakarta akan maksimal karena pemasangan lampu PJU menggunakan tiga pola, yakni pemasangan pertama dilakukan di jalan lingkungan, jalan penghubung (PHB) dan di jalan protokol.

 

"Target di tiga pola itu rampung akhir November," tandasnya.

Loading...