Site news

Date added: 21-02-2019 Lampu Hemat Energi Solusi Sementara Terangi Daerah Terpencil

Jakarta, CNN Indonesia - Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) hanya menyediakan solusi penyediaan listrik  pendek untuk wilayah transisi. Untuk itu, diperlukan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik yang masuk jaringan  (on grid)  dengan menggunakan sumber  energi  yang tersedia di daerah. Hal itu disampaikan Anggota DEN Syamsir Abduh saat disampaikan bantuan LTSHE kepada warga Desa Siuna, Kecamatan Pagimanan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (21/12). "Wilayah kita sangat luas, jika perlu jaringan lama perlu salah satu solusinya menggunakan LTSHE. Ini adalah solusi sementara," ujar Syamsir. 






LTSHE merupakan program dari Kementerian ESDM sebagai solusi penerangan dan energi listrik yang difokuskan bagi pedesaan yang terisolir, tertinggal dan sulit dijangkau oleh PT PLN. 

 


Satu paket LTSHE terdiri dari empat buah lampu LED dan satu  charger  USB. Paket ini dibagikan kepada warga untuk kemudian dipasang di masing-masing rumah warga. 

Program ini merupakan hasil perwujudan dari Nawa Cita pemerintahan Joko Widodo, khusus butir yang berisi 'pembangunan Indonesia dari distrik dengan distrik dan desa dalam penguatan persatuan'.

Syamsir mempercayai listrik di satu daerah dapat mendongkrak keuangan masyarakatnya. Untuk itu, Syamsir meminta masyarakat mengizinkan dan merawat LTSHE yang diterima pemerintah atau PLN merampungkan pembangunan pembangkit listrik yang dapat memasok listrik dengan pembangunan dan akses.

"Saya berharap, listriknya bisa dipasok dari sumber-sumber energi terbarukan, tidak hanya tenaga surya tetapi juga angin, udara, dan sebagainya," katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad HM Ali mendorong pemerintah untuk melanjutkan program pemerataan kelistrikan untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

 

Ahmad prihatin melihat Sulawesi Tengah yang kaya akan LNG dan hasil tambang sampai sekarang masih memiliki penduduk yang belum bisa menikmati listrik.

Kapasitas listrik yang terpasang di Sulawesi Tengah juga disebut Ahmad masih rendah yaitu hanya 140 MegaWatt (MW). Sebagai pembanding, Maluku telah mencapai 230 MW.

"Kita (Sulawesi Tengah) adalah salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia, di Donggi-Sinorok, tetapi baru tahun ini terprogramkan pembangkit listrik tenaga gas yang sedang dibangun di Kabupaten Banggai," ungkapnya. 

Tahun ini, program LTSHE dilaksanakan di 16 provinsi dengan jumlah pemasangan LTSHE sebanyak 172.853 unit dan anggaran sebesar Rp565 miliar. Khusus di Provnsi Sulawesi Tengah, pemasangan tersebar di dua kabupaten dengan alokasi pemasangan sebanyak 498 unit terdiri dari 230 unit di Kabupaten Banggai dan 268 unit di Kabupaten Banggai Laut.

Di Kabupaten Banggai, pemasangan tersebar di lima desa (Lokait, Siuna, Sampaka, Lembah Makmur, Lembah Tompotika) yang terletak di tiga kecamatan (Kecamatan Simpang Raya, Pagimana, dan Bualemo). Hingga kini, menginstal LTSHE di kabupaten yang berjarak sekitar 600 km dari Kota Palu ini telah mencapai 100 persen. (sfr / agi)


CNN Indonesia


#lampuled #LED #juallampuled

Loading...