Site news

Date added: 09-06-2016 Baru Sepuluh Persen LPJU di Kudus yang Menggunakan Sistem LED

8 Juni 2016 4:11 WIB Category: Suara Muria
MASIH LAMPU PIJAR: Salah satu LPJU yang berada di jalur lingkar tenggara tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo Kudus yang masih menggunakan lampu pijar. (suaramerdeka.com/Ruli Aditio)

MASIH LAMPU PIJAR: Salah satu LPJU yang berada di jalur lingkar tenggara tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo Kudus yang masih menggunakan lampu pijar. (suaramerdeka.com/Ruli Aditio)

KUDUS, suaramerdeka.com – Meski penggunaan sistem light emitting diode (LED) pada lampu penerangan jalan umum (LPJU) bisa memangkas beban daya sebanyak 50 persen lebih, namun tampaknya belum semua LPJU menggunakannya.

Salah satu alasan mendasarnya memang biasa pengadaannya cukup mahal. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kudus, Sam’ani Intakoris melalui Kepala Seksi Energi Tulus Santosa saat memantau sejumlah LPJU di seluruh wilayah Kabupaten Kudus kemarin.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan, dikatakan mahal karena satu titik LPJU dengan menggunakan sistem LED dibutuhkan biaya sekitar Rp 20 juta.

“Estimasinya adalah satu unit LED daya 90 watt Rp 4 juta, satu tiang lampu Rp 5 juta. Belum lagi membuat fondasi, kabel dengan ukuran panjang tertentu serta biasa pemasangan meter dan biaya pekerjaan tenaga dan material,” paparnya.

Itu baru satu, lanjut dia, padahal titik LPJU yang perawatannya menjadi tanggungjawab Pemkab Kudus ada 6.000 lebih titik. Tentunya jika direalisasikan maka biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, sedangkan saat ini perawatan rutin termasuk penggantian suku cadang LPJU yang rusak masih terus berjalan.

“Ada sisi keuntungan dengan menggunakan LED, tentunya lebih hemat biaya tagihan dan tentunya menurunkan beban daya,” ungkapnya.

Perkotaan

Terkait dengan penggunaan LPJU sampai saat ini, Tulus menjelaskan saat ini baru di wilayah perkotaan, seperti di Jalan R Agil Kusumadya, A Yani dan, Jalan Sunan Kudus.

“Untuk jalur Pantura Timur   dan jalur lingkar tenggara masih menggunakan lampu pijar dan belum menggunakan LED,” paparnya.

Namun demikian, pihaknya mengusulkan pada tahun 2017 nanti LPJU yang ada di Jalur Lingkar Tenggara akan dilakukan penggantian total, dengan anggaran Rp 2 miliar.

“Ini dikarenakan rata – rata usia LPJU sudah berumur, sehingga perlu penggantian total. Hanya saja sistem jaringan listrik masih menggunakan pola yang lama, yakni saluran udara tidak melalui bawah tanah karena risiko terjadi kerusakan,” katanya.

(Ruli Aditio/CN39/SM Network)

Loading...